Komisi III Tindakan Susno Bisa Rusak Citra Kepolisian

JAKARTA – Hadirnya mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen (Pol) Susno Duadji sebagai saksi dalam persidangan Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menuai pro dan kontra.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Nasir Jamil bahkan menilai tindakan Susno berpotensi merusak citra kepolisian. “Ini terkait profesionalisme. Apalagi pakaian dinas yang dipakai (saat di persidangan),” kata Nasir saat dihubungi okezone, tadi malam, Jumat (8/1/2010).

Guna mengkonfirmasi ‘insiden’ ini, Komisi III berencana memanggil Susno ke gedung dewan di Senayan, Jakarta. Selain Susno, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri juga akan dimintai keterangan. Mengenai jadwal pasti pemanggilan, Nasir belum bisa memastikan. “Senin (11/1/2010) akan ada rapat internal untuk memutuskan waktu pemanggilan keduanya,” jelasnya.Akan tetapi, pemanggilan keduanya akan dilakukan terpisah. Kapolri akan dihadirkan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III, sementara Susno akan didengar keterangannya pada waktu yang berbeda. “Terpisah karena Susno non job, jadi tidak bisa digabung dengan RDP,” ujar dia.Secara spesifik, Komisi III akan menanyakan hal ihwal hadirnya Susno memberi kesaksian di PN Jakarta Selatan Kamis (7/1) lalu. Perwira tinggi di Mabes Polri itu diminta memberi keterangan secara jelas. “Kita ingin tahu apakah Susno datang ke sidang tanpa sepengetahuan institusi?,” tegas Nasir. Konfirmasi ini dilakukan, sambungnya, karena Komisi III memiliki tugas untuk menjaga institusi kepolisian. Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal (Pol) Edward Aritonang sebelumnya mengatakan kehadiran Susno sebagai saksi di persidangan Kamis kemarin tidak disertai dengan surat izin dari Polri. Selain itu, Susno juga dianggap melanggar kode etik karena mengaku datang ke persidangan secara pribadi dan memakai pakaian dinas lengkap. (frd) (hri)