Komisi III Tak Cukup Hanya Karutan yang Dicopot

JAKARTA – Pencopotan Kepala Rutan Pondok Bambu, Sarju Wibowo, dinilai sudah tepat terkait fasilitas mewah Artalyta Suryani. Namun tidak cukup sampai disitu, evaluasi total harus terus dilanjutkan untuk membenahi sistem di lembaga pemasyarakatan.

“Pencopotan kepala rutan, itu sudah betul. Setelah itu perlu dilakukan evaluasi total. Di Lembaga Pemasyarakatan juga,” ungkap Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2010).

Dia berkomentar, tidak cukup dengan mencopot kepala rutan, namun juga disertai dengan evaluasi total. “Dirjen (Lapas) juga perlu dievaluasi,” tandas politisi muda PAN ini.Bahkan tidak tertutup kemungkinan Dirjen Lapas Untung Sugiono ikut dicopot. Hanya saja, menurutnya, pencopotan harus dilakukan berdasarkan hasil evaluasi.Saat ditanya apakah perlu Menteri Hukum dan HAM juga dituntut tanggung jawab dan dicopot dari jabatannya, Tjatur mengaggap tidak perlu. “Menteri itu kan banyak. Cukup yang bertanggung jawab sampai Dirjen saja,” katanya. Kasus narapindana yang mendapat fasilitas mewah tidak hanya di era Kabinet Bersatu Susilo Bambang Yudhoyono II, namun juga di era kabinet sebelumnya.Dia juga menyoroti kondisi napi yang semakin lama bertambah buruk. Hal ini seharusnya menjadi perhatian. “Kita lihat orang-orang yang masuk Lapas bukan tambah baik. Ada yang pakai narkoba,” terang Tjatur.Menurutnya, buruknya kondisi di lapas bisa disebabkan dari kesejahteraan sipir.
“Kesejahteran sipir saat ini sangat minim. Terkadang mereka lebih loyal kepada napi dibanding kepada negara,” tandasnya. Untuk itu, Menkum HAM diminta untuk memaksimalkan anggaran ada. (ton)