Komisi III & KY Batal Mediasi Soal Calon Hakim Agung

JAKARTA – Keberadaan Refisi Undang-Undang Komisi Yudisial (RUU KY) dan rencana fit and proper test calon hakim agung pada 15 Februari masih menjadi polemik di Komisi Hukum DPR.

Dua lembaga yakni Komisi III DPR dan KY segera melakukan pertemuan untuk membahas dua agenda penting tersebut.
 

“Pertemuan sekarang batal dilaksanakan karena ada agenda persidangan yang lebih penting, tapi akan segera dijadwalkan kembali secepatnya,” kata anggota Komisioner KY Chatamarrasjid disela-sela konferensi pers di Gedung KY, Jakarta, Jum’at (5/2.2010).
 
Namun, Chatamarrasjid tidak menjelaskan agenda persidangan penting apa yang menjadikan anggota dewan tersebut membatalkan pertemuan itu.
Pihak DPR, kata dia, rencananya akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan lembaga pengawasan hakim ini. “DPR ke sini kan atas permintaannya sendiri, bukan kita yang mengundang. Kita menunggu penjadwalan ulang,” terang Chatamarrasjid.
 
Apabila bertemu Komisi III, lanjut dia, KY akan melanjutkan pembicaraan dalam rangka melobi agar RUU KY dapat segera diundangkan.
 
KY sebelumnya pesimistis karena RUU KY tidak masuk daftar prolegnas prioritas 2010-2014. “Tapi ternyata ada berita lain bahwa semua UU yang pasalnya dibatalkan oleh MK akan dibuka kemungkinan dibahas pada masa sidang di tahun ini,” ungkap dia.
 
Lebih lanjut, Chatamarasjid menambahkan, pembahasan dengan Komisi III juga untuk menindaklanjuti perkembangan seleksi calon hakim agung yang akan memasuki tahap fit and proper test.
 
Komisioner KY lainnya, Mustafa Abdullah menyakini pertemuan antara Komisi Hukum dan KY pasti akan segera dijadualkan kembali. Sebab, pertemuan tersebut dinilai penting karena membahas dua persoalan penting yakni menyangkut RUU KY dan persiapan fit and proper test calon hakim agung.
 
“Kami yakin, RUU KY pasti akan dimasukkan pada prolegnas prioritas  2010, karena mereka sudah berkomitmen,” kata Mustafa menyakinkan.
  (ton)