Koalisi Sengaja Tutupi Dugaan Penyalahgunaan Bailout Century

JAKARTA –  Sembilan fraksi di DPR telah menyampaikan pandangan terkait kasus Bank Century. Namun, partai politik yang menjadi mitra koalisi di DPR tidak tegas menyebut adanya penyalahgunaan kebijakan dana talangan Rp6,7 triliun ke Bank Century.

“Fraksi mitra koalisi lebih mengarahkan pada tindak pidana perbankan bukan tindak pidana korupsi sehingga kesalahan nantinya akan dilimpahkan ke manajemen Bank Century,” kata pengamat politik dari Universtas Paramadina Burhanuddin Muhtadi saat dihubungi okezone, Rabu, (17/2/2010).

Dia menduga parpol koalisi telah mencapai kata sepakat untuk tidak mengutak-atik kebijakan kucuran dana talangan yang diberikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut. Burhanuddin menilai sikap itu akan menjadikan perjalanan pansus berakhir anti klimaks. “Jadi tidak akan mengungkap secara keseluruhan,” katanya. Dalam pandangan awal, selain ‘menyalahkan’ manajemen Bank Century, beberapa fraksi juga menunjuk Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan ikut bertanggung jawab dalam buruknya pengelolaan dan pengawasan bank tersebut. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi hingga kini masih menelusuri indikasi pidana korupsi dalam kebijakan bailout Bank Century. Juru Bicara KPK Johan Budi kemarin mengatakan penelusuran KPK dilakukan untuk menemukan adanya motif perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara dan unsur memperkaya orang lain lewat kebijakan tersebut. (frd)  (hri)