KM Ekspres Bahari Tenggelam

GRESIK – Kapal Motor Penumpang Ekspres Bahari 8-B (KMP EB 8-B) tenggelam dihantam ombak di Pulau Selayang, Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Sabtu (9/1/2009).
 
Sebanyak 203 penumpang termasuk 10 ABK kapal milik PT Samudra Inti Makmur berhasil diselamatkan. Informasi yang dihimpun, kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik sekira pukul 09.00 WIB. Selama perjalanan menuju Pelabuhan Sangkapura, 81 mil, kondisi kapal normal.

 

Namun, saat memasuki Pulau Selayang atau sekitar 10 mil dari Pelabuhan Sangkpura, tepatnya sekira pukul 11.00 WIB, tiba-tiba langit mendung disertai angin kencang. Henbusan angin yang kencang membuat badan kapal yang terbuat dari fiberglass kerap oleng.
 
“Saat itu pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba muncul gelombang besar, tingginya kira-kira antara 3 sampai 3,5 meter menghantam sisi kanan kapal. Hantaman ombak membuat penumpang yang duduk di sisi kanan kapal sebagian terlempar dari kursi,” kata Syifak Ilham, salah satu penumpang.
 
Bukan hanya itu, sebagian besar penumpang wanita pingsan dan berteriak minta pertolongan. Teriakan itu terdengar di bagian dek bawah, karena badan kapal mulai terisi air laut yang masuk melalui celah kapal yang pecah.
 
“Saya lihat ada penumpang wanita yang membawa bayi panik dan pingsan setelah kepalanya terbentur besi kursi penumpang,” terang penumpang lain.
 
Ombak pun menghantam berkali-kalidi bagian kanan dan sisi depan kapal. Sehingga membuat pintu kapal pecah. Moncong kapal di sisi kanan juga retak menyebabkan air laut masuk dan memenuhi kapal.
 
Kepala Satpolair Gresik AKP Bintara saat dihubungi menerangkan, kendati kapal pecah dan air mulai masuk, Yos Pinuda, nahkoda kapal tetap melanjutkan pelayaran KM Ekspres Bahari. Hal itu dilakukan demi menghindari ancaman yang lebih besar, yakni kapal terbalik atau justru tenggelam oleh air.
 
“Pada saat yang sama, nahkoda kapal memberitahukan keadaan kapal dan kejadian yang dialaminya melalui radio kapal. Informasi tersebut diterima anggota kami di Bawean dan kami teruskan ke sejunmlah pihak terkait seperti Adpel Gresik, Adpel Bawean, Polsek Sangkapura serta kecamatan Sangkapura,” terang AKP Bintara.
 
Laporan ditindaklanjuti dengan mengerahkan sejumlah kapal penolong serta perahu nelayan ke perairan lepas Sangkapura. Bahkan, para penolong menunggu di sekitar pulau Selayang atau sekitar 10 mil dari pelabuhan Sangkapura.
 
Begitu tiba di Perairan Pulau Selayang, KMP Ekspres Bahari berhenti di tengah laut. Petugas Satpolair, Adpel, Polsek Sangkapura serta nelayan kemudian mendekati kapal dan melakukan evakuasi.
 
“Selama hampir satu jam, seluruh penumpang berhasil dievakuasi petugas gabungan di Bawean,” sebut Ali Ibrahim, Kepala Adpel Gresik.
 
Dengan demikian 193 penumpang termasuk 10 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan petugas gabungan Satpolair Gresik, Adpel Bawean serta nelayan setempat. Menariknya, data manifes penumpang menyebutkan, penumpang kapal terdiri atas 170 penumpang dewasa, 17 penumpang anak-anak serta 6 penumpang bayi.
 
Tidak lama setelah seluruh penumpang dievakuasi, kapal Ekspres Bahari akhirnya tenggelam. Pengakuan Ali Ibrahim, peralatan kapal seperti radio dan benda berharga lainnya dapat diselamatkan. Namun sebagian besar barang bawaan milik penumpang gagal diselamatkan.
 
Tentang kelaikan layar, Ali Ibrahim menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan kelengkapan dan kelaikan oleh petugas Syahbandar, kapal dalam keadaan laik jalan dan diizinkan berlayar. Selanjutnya surat izin berlayar (SIB) diterbitkan setelah Adpel menerima informasi cuaca dari BMKG Tanjung Perak Surabaya, bahwa cuaca di perairan Gresik hingga Bawean normal.
 
Hasil pantauan petugas BMKG menyatakan, gelombang ombak diperkirakan hanya 1 hingga 1,5 meter. Data tersebut juga didukung hasil citra satelit cuaca yang diterima petugas pantau PT Kodeco yang memiliki rig pengeboran di lepas pantai Madura.
 
“Intinya cuaca baik dan tidak ada tanda-tanda akan ada gelombang besar. Informasi ini kami jadikan pedoman untuk menerbitkan SIB,” jelas mantan Kepala Adpel Ternate, Maluku Utara. (ram)