Kiblat Salah, Salat pun Jadi Tak Sah

SEMARANG – Muhammad Syafiq, Kasi Pengembangan Kemitraan Umat Bidang Urais Kanwil Depag Jawa Tengah menyatakan salah satu syarat sah salat adalah menghadap kiblat.

“Kalau salatnya tidak menghadap kiblat ya tidak sah. Sia-sia ibadahnya. Tapi jika orang yang salat tidak tahu bahwa kiblatnya salah maka bisa diampuni. Yang menjadi masalah adalah jika sudah tahu kiblatnya salah namun tetap melakukannya. Kesalahannya ditanggung sendiri,” paparnya.

Jadi orang yang salat di Masjid Baiturahman kemarin-kemarin tetap sah ibadahnya karena faktor ketidaktahuan. Urgensi masalah kiblat inilah yang memotivasi dibentuknya tim sertifikasi arah kiblat.”Kami tawarkan pada takmir masjid arah kiblat yang tepat. Untuk selanjutnya ya terserah takmir apakah mau mengubahnya atau tidak,” jelasnya.Untuk mengembalikan arah kiblat yang tepat sebenarnya mudah. Menurut Muhammad Syafiq tak perlu merenovasi atau membangun kembali masjid. “Cukup menggeser shaf nya. Itu artinya hanya merubah letak sajadah ke arah yang tepat. Tapi itu tergantung dari takmir masing-masing masjid.“Takmir Masjid Agung Demak tak berani mengubah karena masjid itu peninggalan Wali Songo,” ujarnya. (fit)