Ketua DPRD Tawari Bantuan Hukum Pencuri Pisang

BOJONEGORO – Supriyono dan Sulastri, pasangan suami istri terdakwa kasus pencurian pisang mendapat simpati dari berbagai pihak. Hari ini Wakil Ketua DPRD dan lima kepala desa membesuknya dan siap mencarikan pengacara.

Ketua DPRD Sukur Prianto datang sekira pukul 09.00 WIB ke LP kelas II A Bojonegoro. Dia berbincang dengan pasutri itu dan menawari pengacara.

“Tidak usah pak. Kami tak bisa membayarnya,” kata Supriyono. “Jangan berpikir biaya. Semua biar kami yang nanggung. Jadi sampeyan gak usah mengeluarkan biaya,” terang Sukur.Saat ditemui di LP Kelas II A Bojonegoro, Supriyono mengaku sangat menyesal dengan pencurian yang dilakukan bersama istrinya. Ia hanya bisa berharap majlis hakim meringankan hukumannya. “Kami hanya ingin nanti keputusan yang adil. Dan segera bisa keluar dari sini,” katanya yang diiyakan istrinya yang duduk di sampingnya.Dia pun menceritakan, saat kejadian itu dirinya tak memegang uang sepeser pun. Motor yang dipakai merupakan pinjaman dari pamannya. Saat mencuri, dia mengaku tak pernah berpikir kasusnya akan sampai seperti sekarang.“Saya langsung ditahan empat hari di Polsek. Selanjutnya di sini (LP) sampai sekarang. Berarti hampir 3 bulan,” kata Supriyono.Setelah dibesuk Sukur, pasutri warga gang Pramuka Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro itu, juga dibesuk ketua asosiasi pemerintah desa Indonesia (Apdesi) Bojonegoro. Ketua Apdesi Syarif Usman dan tujuh kades datang juga menawari bantuan hukum kepada pasutri ini. Bahkan, mereka langsung membawa seorang pengacara bernama Mansur.“Ini didasari keprihatinan kami dengan nasib yang menimpa kedua pasangan muda ini. Makanya saya mengajak sejumlah kepala desa dan pengacara agar terdakwa bisa terbantu secara hukum,” kata Syarif yang juga berjanji tidak asal janji untuk mendampingi pasutri ini.Sementara itu, terkait kasus itu Wakapolres Kompol Kartono mengatakan tidak ada yang diistimewakan. Penanganan kasus itu sama dengan kasus-kasus kriminal lainnya. Dia membantah jika kasus itu sengaja disembunyikan oleh polisi. “Tidak ada yang disembunyikan,” katanya.Supriyono dan Sulastri dikenai Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Kartono menjelaskan, perkara ini juga sudah mencukupi alat bukti. Apalagi, penanganan kasus itu berdasarkan laporan Maskun, pemilik pisang.“Di sisi lain tidak mungkin polisi membiarkan laporan pemilik pisang,” terangnya.Seperti diketahui, Pasutri yang baru menikah pada Juli tahun lalu, diamankan polisi pada Oktober lantaran mencuri setandan pisang seharga Rp7 ribu.Tragisnya, keduanya ditahan di LP kelas II A Bojonegoro sudah hampir tiga bulan. Dan baru memasuki tahap persidangan pertama kali pada 12 Januari 2010 lalu. (ton)