Ketua DPR Ajarkan Guru Mogok Mengajar

JAKARTA – Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan kepada guru swasta untuk mogok belajar selama satu hari agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sebab sudah semestinya pemerintah memperhatikan nasib para guru serta dosen swasta dan tidak hanya para guru negeri. Pasalnya guru dan dosen swasta ini memiliki peran terhadap pendidikan di negara ini. Marzuki juga menyarankan kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melakukan koordinasi untuk melakukan gerakan satu hari tidak mengajar sebagai bukti kesetiakawanan sosial bagi guru swasta.

Menurutnya, tanggung jawab utama masalah pendidikan ada pada pihak yang berkecimpung langsung seperti jajaran menteri dan bawahannya.”SBY itu kan presiden, tidak tahu masalah detail itu, yang bertanggung jawab adalah yang di bawah menteri seperti dirjen, direktur dan kasubditnya. Mereka yang harus memikirkan bagaimana peningkatan guru swasta dan peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.Politisi dari Partai Demokrat ini mengakui nasib guru swasta sangat memprihatinkan dari sisi upah yang mereka terima. “PGRI benar-benar harus memperjuangkan mereka,” tegasnya. Namun, sebelumnya dirinya meminta agar pihak PGRI memiliki data base menangani jumlah dan kualifikasi guru swasta.Sementara Ketua PGRI Sulistyo mengatakan, perlakuan terhadap guru swasta dan guru wiyata bakti sangat diksriminatif. Banyak yg menerima upah sangat memprihatinkan bahkan ada yang di bawah upah buruh pabrik.Dirinya juga menyatakan sudah beraudiensi dengan DPR mengenai permintaan peraturan untuk guru swasta, honorer, dan wiyata bakti yang telah mendapat respon positif dari Ketua DPR RI. “Kami juga meminta edaran mengenai larangan guru negeri ditempatkan di sekolah swasta kecil ataupun miskin perlu dicabut,” tandasnya.(ful)