Kerugian KAI Akibat Bonek Capai Rp600 Juta

SURABAYA – PT KA Daop VIII menaksir kerugian akibat perusakan kereta api terkait suporter Persebaya Surabaya (Bonek), mencapai Rp600 Juta. Jumlah itu masih akan meningkat karena belum termasuk stasiun yang rusak dan korban luka.
 
Kepala Humas PT KA Daop VIII Nur Amin mengungkapkan, kerugian itu dihitung dari total tujuh kereta yang rusak, yaitu dua KA Pasundan, KA Gajayana, KA Gaya Baru, 1 KLB, KA Sancaka, dan KA Bima. Kerusakan antara 40 sampai 95 persen.

“Kerusakan terparah dari KA Pasundan yang 95 persen kacanya pecah, ribuan kursi jok jebol. Selain itu kaca pintu bordes rusak, kran air patah, kipas angin dan lampu rusak, serta kerusakan di loko kereta,” beber Amin di Surabaya, Senin (25/01/2010). Amin menyatakan, kerusakan kereta lainnya rata-rata kaca jendela dan pintu yang pecah dan rusak. Akibat pecahan kaca itu, KA Pasundan dan Gaya Baru yang sekarang berangkat ke Jakarta rata-rata tidak ada kaca penutupnya. Pihaknya akan berkoordiansi dengan manajemen sesudah ada angka final kerugian. Nantinya hasil rapat itu akan disampaikan ke Pemkot Surabaya dan pengurus Persebaya.
 
Lebih lanjut, Amin menambahkan, jumlah kerugian diyakini akan terus bertambah. Ini belum dihitung biaya pengobatan masinis dan petugas yang terluka, serta kerusakan terhadap fasilitas stasiun. Selain itu tambahan kerugian sementara kerusakan kereta juga berdasarkan adanya dua tambahan kereta rusak.
 
“Dua kereta itu, adalah KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang dan KA Bima jurusan Jakarta-Surabaya,” imbuh Amin. Tidak hanya itu, pihaknya juga menemukan tiga gerbong kereta dari dua kereta yang terbakar akibat lemparan bom molotov.
“Tiga gerbong yang terbakar itu KA Pasundan dan KA Gaya Baru di mana di dalamnya terbukti jelas ada bekas kebakaran,” tandas Amin. (ton)