Kemenhub Video Kekerasan, Ajang Promosi STIP

JAKARTA – Aksi pemukulan yang dilakukan taruna senior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) kepada juniornya, dibenarkan oleh pihak Kementerian Perhubungan selaku pemilik STIP. Kemenhub juga menanggapi positif peredaran video kekerasan tersebut.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhub Dedi Darmawan mengatakan, tayangan kekerasan yang terjadi antara Agustus sampai September 2006 silam itu, bisa menjadi bahan pertimbangan untuk semakin meningkatkan sistem keamanan di lembaga pendidikan yang dimiliki Kemenhub.

“Ini juga sebagai ajang promosi bahwa Dephub memiliki sekolah. Kita juga bisa lebih meningkatkan pembinaan moral, mental, dan kesamaptaan,” jelas Dedy saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (9/2/2010).Peningkatan pembinaan itu, lanjut Dedi, antara lain dicerminkan dengan penambahan pengawas yang tadinya hanya berjumlah 8 orang menjadi 35 orang. “SDM juga dari perwira kompi menjadi perwira resimen. Kami juga memasang CCTV di setiap asrama,” katanya.Dedi yakin kalau insiden tersebut terjadi pada akhir 2006, karena dilihat dari atribut pelaku maupun korban, mereka belum menggunakan tanda pangkat chevron. “Penggunaan (chevron) ini dimulai Agustus 2008,” ujar Dedi.Menurut Dedi, para pelaku kekerasan itu di antaranya Rustam Effendy, Vebbieano, dan Turman Semangat Simanjuntak. Ketiganya diwisuda September 2006. Sementara korbannya, Hendra Manurung, Christy Manuputy, dan Samuel Royandi diwisuda Agustus 2009.(ded)