Keluarga Tergugat Ancam Ledakkan Rumah

 CIMAHI – Proses eksekusi lahan rumah di Jalan Bapa Ampi No 158 E, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, hingga kini masih berlangsung. Keluarga tergugat bahkan mengancam akan membakar tabung gas ukuran 3 Kg dan 12 Kg yang ditumpuk di atas ban bekas.
 

Sejak eksekusi dimulai, keluarga tergugat tetap bersikukuh mempertahankan rumah tersebut. Mereka berjaga-jaga di depan pagar rumah dengan membawa sekitar 6 tabung gas ukuran 3 Kg. Selain dijadikan rumah tinggal, lahan tersebut juga dijadikan tempat agen gas elpiji.

 
“Kalau kamu maju, akan saya bakar semua,” kata perwakilan keluarga tergugat sambil membawa korek api gas. Dia juga sempat menyiramkan bensin ke permukaan pagar dan kardus. Aksi tersebut kontan membuat juru sita Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung tertahan dan batal masuk ke rumah tersebut.
 
Untuk mengantisipasi kemungkinan keluarga tergugat meledakkan rumah, satu unit mobil pemadam kebakaran datang dan langsung menyemprotkan air ke kardus. Keluarga tergugat marah dan langsung berusaha menyelamatkan beberapa tabung gas.
 
“Hei, apa maksudnya kalian!” kata keluarga tergugat sambil berusaha melemparkan tabung gas ke arah petugas kepolisian dan juru sita.
 
Kasus ini berawal dari sengketa lahan seluas 843 meter persegi, yang mulai memasuki persidangan pada 2002 di PNBB. Penggugat atas nama Johan Herman Kim mengaku sebagai pemilik lahan itu. Barang buktinya berupa sertifikat hak milik No.20/Baros.
 
Namun, di atasnya, berdiri rumah dengan alamat Jalan Bapa Ampi No 158 E yang dihuni oleh Lumingkewas (alm) dan keluarga. Setelah melalui persidangan panjang, Mahkamah Agung RI memutuskan menolak permohonan kasasi dari Lumingkewas pada 2006.
 
Dua tahun kemudian, Johan mengajukan permohonan pelaksanaan isi putusan PNBB yang menghukum tergugat untuk mengosongkan lahan. (fit)