Keluarga Tak Berharap Gelar Pahlawan Gus Dur

JAKARTA – Usulan pemberian gelar pahlawan bagi mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semakin santer terdengar dari berbagai kalangan. Namun, keluarga Gus Dur sendiri tidak mempermasalahkan hal itu.

“Yang lebih penting bagi kami adalah penghargaan penghormatan yang ditunjukkan masyarakat lewat doa, dukungan, bantuan, yang sampai detik ini nggak selesai-selesai, yang nggak pernah berakhir, itu lebih penting,” ujar putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid di Ciganjur, Selasa (6/1/2010) malam.

 
Bagi Inayah, semua itu menunjukkan bukti bahwa ada atau tidak ada gelar pahlawan nasional dari pemerintah, sudah jelas bahwa masyarakat menganggap Gus Dur sebagai pehlawan. “Itu menurut kami jauh lebih penting,” tandasnya.
 
Sementara menurut putri Gus Dur lainnya, Anita Wahid, ayah mereka tetap menjadi pahlawan bagi keluarga meski tidak ada penyematan gelar pahlawan nasional.
Menurutnya, lebih baik pemberian gelar pahlawan itu diserahkan kepada rakyat.
 
“Biarkan rakyat yang menentukan. Kalau rakyat menginginkan Bapak menjadi pahlawan nasional ya sudah. Tapi kalau rakyat tidak menginginkan ya tidak apa-apa,” pungkasnya.
 
Gus Dur dianggap berbagai kalangan pantas mendapat gelar pahlawan. Dia dianggap sebagai tokoh pluralisme. Bahkan, muncul usulan tanggal 30 Desember atau tepat hari wafatnya Gus Dur menjadi Hari Pluralisme.(lsi)