Keluarga Sigid Adukan Tuntutan JPU ke Komjak

JAKARTA – Keluarga terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Sigid Haryo Wibisono siang ini bertandang ke Komisi Kejaksaan (Komjak), untuk mengadukan dugaan pelanggaran profesionalitas yang dilakukan jaksa penuntut umum (JPU).

“Kami menganggap jaksa tidak profesional dalam proses persidangan, hal ini berpengaruh pada proses dakwaan dan proses penuntutan,” ujar juru bicara keluarga Sigid, Edi Junaedi di Komisi Kejaksaan, Jalan Rambai, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2010).

Edi menambahkan, ada dua hal yang dianggap melanggar profesionalitas. Pertama, dikatakan bahwa Sigid bertemu dengan terdakwa lainnya, Jerry Hermawan Lo dan eksekutor Hendrikus. Padahal, lanjutnya, hal ini tidak ada dalam berkas acara pemeriksaan (BAP).Kedua, tambahnya, baju korban tidak pernah dihadirkan dalam persidangan. “Itu bisa membuktikan korban ini dibunuh dalam keadaan berdiri, atau tidur. Kami merasa JPU memaksakan tuntutan,” tandas Edi.Mengenai alasan pengaduan baru dilakukan saat ini, Edi menuturkan bahwa Sigid mempunyai hak untuk mengajukan banding karena ada pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung.“Ini tentunya nanti akan jadi poin di PT atau MA. Kami berharap poin tersebut dapat diajukan pada saat banding nanti,” tutur dia.Sementara itu, Edi memaparkan bahwa Sigid mengaku legowo apapun putusan hakim nanti sekalipun itu hukuman mati. “Asal proporsional, sesuai dengan apa yang dilakukan,” pungkasnya.Seperti diketahui, Sigid dituntut hukuman mati oleh JPU dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran. Selain Sigid, dua terdakwa lainnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar juga dituntut hukuman serupa.Sedangkan satu terdakwa lainnya, Jerry Hermawan Lo dituntut hukuman 15 tahun penjara. (lsi)