Keluarga Pimpinan Ponpes Bantah Tuduhan Sodomi

TANGERANG – Keluarga HR, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman membantah tuduhan bahwa HR telah melakukan sodomi terhadap sepuluh santrinya, sebelum ada bukti berupa visum.
 

 

Adik HR, Makmun (40) membantah tuduhan itu saat ditemui di kediamannya yang terletak di sebelah Ponpes yang beralamat di Jalan Cikini Dalam, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/1/2010).
 
Kendati demikian, da tidak menampik bahwa HR pernah mencium dan meraba tubuh korban.
 
“HR mengaku hanya meraba saja dan tidak melakukan sodomi. Kami percaya karena dia berani bersumpah membawa nama Allah dan berani disumpah di atas Alquran. Dan sebelumnya kakak saya sudah minta maaf kepada tujuh keluarga korban bahkan kami sudah menganggap kasus ini selesai secara kekeluargaan,” ujarnya.
 
Oleh sebab itu, Makmun heran tudingan itu muncul kembali. Bahkan dia juga membantah memberikan sejumlah uang tutup mulut sebesar Rp60 juta kepada keluarga korban.
 
Dirinya hanya menawarkan biaya pendidikan untuk kuliah kepada salah satu keluarga korban sebesar Rp5 juta. Namun sampai saat ini belum ada jawaban.
 
“Kami tidak pernah memberikan uang sebesar Rp60 juta agar kasus ini tidak mencuat. Kami selalu terbuka dan jika nantinya kakak saya bersalah saya tidak akan menghalang-halangi jika dilakukan proses hukum. Namun tentu saja, semua perlu pembuktian misalnya adanya visum,” ungkapnya.
 
Di matanya, HR yang merupakan PNS guru di Cengakareng merupakan sosok kakak yang baik dan sangat lembut dalam tutur dan bahasa serta banyak membantu kepada warga sekitar. Tidak hanya itu saja, kelembutannya tersebut dirasanya lebih mengarah kepada keibuan sehingga HR lebih banyak dekat dengan ibu-ibu.
 
“Kakak saya memang keibuan, dan kami ingin agar kasus ini bisa selesai secepatnya. Kami tidak akan menghalangi jika kakak saya memang melakukan hal itu. Namun semua harus dibuktikan dulu,” tegasnya.(lsi)