Kekayaan Menpera Meningkat Hingga Rp10 M

JAKARTA – Tiga mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)I dan dua menteri KIB Jilid II mengumumkan harta kekayaan mereka di Gedung KPK.
 
 

Tiga mantan menteri yaitu mantan Menko Polhukam Widodo AS, mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Muhammad Yusuf Azhari, dan mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Serta dua menteri yaitu Menpera Suharso Monoarfa dan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh.

 
Dari kelima nama itu, Menpera Suharso Monoarfa yang paling meningkat harta kekayaannya yakni mencapai Rp10 miliar. Terbukti, pada saat melapor 2 Juli 2007 yaitu Rp3.553.206.150 kemudian pada 23 November 2009 menjadi Rp13.398.378.022.
 
“Ini karena dulu saya punya logam mulia tapi tidak dimasukkan, padahal sudah dilaporkan. Baru sekarang diterima jadi agak naik karena logam mulia,” jelas Suharso usai mengumumkan harta kekayaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
 
Sedangkan Mendiknas M Nuh mengumumkan, saat melaporkan ke KPK pada 9 Juli 2007 tercatat kekayaannya sebesar Rp1.884.153.350 dan USD6.000. Kemudian pada 18 November 2009 menjadi Rp3.492.282.936 dan USD13.900.
 
“Ini yang signifikan ada di giro dan lainnya. Saat melapor Rp312.549.350 dan USD6.000. Setelah itu, di 2007 saya sempat menjadi komisaris di PT Semen Gresik. Jadi ada tambahan Rp1.870.915.936,” ungkap dia.
 
Sementara Widodo AS memiliki kekayaan Rp5.232.162.286 dan USD10.589 saat melapor pada 1 November 2004 dan mengalami kenaikan pada 1 November 2009 menjadi Rp6.500.812.874 dan USD10.593.
 
Kekayaan Muh Yusuf tercatat pada 1 Januari 2007 sebesar Rp15.782.065.000 dan kemudian pada 20 Oktober 2009 menjadi Rp19.353.050.550.
 
Terakhir, Jusman Syafii pada 6 Juli 2007 melaporkan kekayaannya sebesar Rp948.197.719 dan USD43,587. Namun pada 17 November 2009 menjadi Rp1.954.979.586 dan dolar tetap.
 
“Saat melapor dulu saya tidak punya surat berharga, sekarang punya jadi nilainya Rp100 juta,” tandas dia. (lsi)