Kekayaan Hatta Naik Hampir 2 Kali Lipat

JAKARTA – Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014, pada hari ini melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari ketiganya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjadi yang terkaya.

Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kamis (28/1/2009), ketiganya mengumumkan harta kekayaannya yang terbaru kepada para wartawan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengumumkan jumlah kekayaannya dalam laporan 12 Juni 2007 sejumlah Rp5.850.188.000, dan USD172,933. Terakhir berdasarkan laporan 8 Desember 2009, kekayaannya kini berjumlah Rp9.668.466.853, dan USD 173931.Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, menyebutkan total kekayaan yang dimilikinya per tanggal 9 November 2009 lalu RpRp11.162.021.672, dan USD29.785.”Berhubung saya baru pertama kali menjadi pejabat, saya belum pernah lapor sebelumnya,” ujarnya menjelaskan kekayaan sebelumnya.Sementara Menteri Koordinator Perekenomian Hatta Rajasa, terdapat peningkatan tajam jumlah kekayaan yang dimilikinya. Dalam laporan kekayaan 4 November 2004, kekayaan sudah mencapai Rp9.635.063.000, ditambah pemilikan mata uang asing sejumlah USD10.000.Kini dalam laporan terakhir 23 November 2009, kekayaan Hatta mencapai Rp14.800.511.235. Namun kali ini Hatta sudah tidak menyimpan mata uang asing.Mengenai harta tidak bergerak, Hatta dan Purnomo mengalami kenaikan. Ini disebabkan kenaikan Nilali Jual Obyek Pajak (NJOP). Dilaporkan harta tidak bergerak yang dimiliki Purnomo sejumlah Rp1.704.119.000. Kemudian pada 8 Desember 2009 mengalami kenaikan menjadi 5.790.025.000.Harta tidak bergerak yang dimiliki oleh Hatta pada 4 November 2004 sejumlah Rp4.655.708.000. Kini per 23 November 2009 nilai harta tidak bergerak yang dimiliki oleh Hatta menjadi Rp11.577.918.500.”Untuk alat transportasi saya dulu senilai Rp1.078.000.000. Sekarang sudah tidak ada, karena sudah dijual,” terang Hatta.Lebih lanjut Hatta menjelaskan, kenaikan hartanya juga disebabkan pendapatannya di luar jabatan Menteri. “Saya juga mendapatkan honor-honor jadi ketua tim. Selain itu pada tahun 1980 pernah menjadi penasehat, sehingga dapat honor tetap dan tidak tetap. Pada 1983 sampai 1990 saya seorang pengusaha. Tentunya harta pendapatan saya halal,” paparnya. (hri)