Kejahatan Hutan di Riau Sangat Tinggi

PEKANBARU – Propinsi Riau merupakan satu daerah yang kaya dengan sumber daya alam termasuk hutan. Namun kini hutan di Riau telah banyak beralih fungsi menjadi kawasan industri seperti perusahaan kepala sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI).
 
 

Keluarnya izin mengkonversi hutan alam oleh Depertemen Kehutanan di Riau dianggap sebagai bencana bagi kelangsungan alam. Para cukong kayu pun dengan leluasa menjarah hutan dan menjadikan hutan Riau sebagai surga. Bahkan data dari aktivis Walhi Riau dan Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) menyebutkan, laju deporestasi hutan alam sangat tinggi.

 
Diperkirakan setiap tahunnya Riau kehilangan 1 juta hektar hutan alam. Melihat hal ini, para aktivis melakukan aksi penolakan atas alih fungsi hutan di Riau. Tak ketinggalan NGO Greenpeace juga berkampanye diberbagai areal yang saat ini dikuasai perusahaan seperti PT RAPP dan Sinar Mas.
 
Melihat banyaknya pertentangan pada tahun 2007, Polda Riau pun menggelar operasi besar-besaran untuk pemberantasan ilegal longging. Puncaknya, operasi yang digagas saat itu oleh Kapolda Riau Brigadir Jendral Sutjiptadi menjerat 14 perusahaan pembalak liar diantaranya adalah PT RAPP dan boneke perusahaanya dan PT IKPP beserta anak perusahaan dan menangkap bererapatersangkanya.
 
Selain menjerat perusaahaan Polda Riau pun menyeret para mantan Kepala Dinas Kehutan Riau dan para bupati yang terlibat dalam pengeluaran Izin Usaha Pemamfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) bermasalah. Gayung bersambut, sebanyak lima bupati di Riaupun beserta Gubernur Riau Rusli Zainal pun diseret dalam kasus kejahatan hutan berjamaah.
 
Untuk membuktikan para petinggi pejabat di Riau, Kapolda yang selalu berpenampilan tenang ini pun berniat memeriksa 5 bupati dan gubernur. Namun pihak Polda terganjal dengan izin dari presiden SBY yang tak kunjung turun. Pantang menyerah baginya, dia yang sudah komit memberantas tindak pidana illegal logging menyerahkan kasus 6 pejabat Riau ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
  (teb)