Kejagung Tahan Sekretaris DPRD DKI

JAKARTA – Setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, Kejaksaan Agung petang ini langsung memutuskan menahan sekretaris DPRD Sarwo Edhi.
 

Sebelum ditahan, Sarwo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi jasa kajian peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah di DPRD DKI pada tahun 2008.

 
“Tim penyidik khawatir dia mengulangi perbuatannnya atau menghilangkan bukti-bukti yang ada. Kedua item di atas adalah alasan mendasar penahanan terhadap tersangka,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Arminsyah di Jakarta, Kamis (18/2/2010).
 
Arminsyah menyatakan dalam waktu dekat berkas kasus ini bakal dilimpahkan ke pengadilan. Sarwo Edhi sendiri sebelum digiring ke Rutan Salemba Cabang Kejagung tidak bersedia memberikan komentar apa pun kepada para wartawan.
 
Begitu keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 17.45 WIB, dia langsung masuk ke dalam mobil tahanan. “Ini merupakan pemeriksaan keempat. Kita sudah cukup memeriksa banyak saksi, dua tersangka sebelumnya sudah kita serahkan ke pengadilan, jadi tim penyidik mengusulkan kekhawatiran karena dia masih menjabat,” ujarnya.
 
Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 399 juncto 20 tahun 2001 dengan zncaman hukuman 20 tahun penjara. Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah di DPRD DKI pada tahun 2008 itu sendiri menghabiskan dana sebesar Rp27.324.330 ribu. “Kita juga dapat hasil keterangan dari LIPI. Produk mereka ini tidak ada manfaatnya ini memang merugikan,” pungkasnya.(ful)