Kejagung Pisahkan Kasus Hisyam & Rafat

JAKARTA – Kejaksaan Agung dan kepolisian sepakat memisahkan berkas perkara tersangka pelarian dan pencucian uang Bank Century, Hesyam Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi.

Pemisahan berkas dimaksudkan agar tidak membingungkan penyidik perkara pencucian uang.

“Mereka (Bareskrim Polri) sudah setuju berkas kasus pencucian uang itu di-split (pisah). Kalau tidak dipisah, nanti bingung jaksa penelitinya,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Kamal Sofyan kepada wartawan usai bertemu Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi Djunisanyoto di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2010).

Kamal menambahkan, pemisahan itu sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Mabes Polri selaku penyelidik, agar penanganannya fokus, solid, dan valid. “Dari pada nanti saling berkirim surat (bolak-balik berkas perkara), makanya kami konsultasikan dengan Polri soal pemisahan kasus itu,” paparnya.

Mengenai jaksa yang akan dipersiapkan untuk kasus ini, Kamal menegaskan, yang akan menangani adalah jaksa yang profesional dan tidak perlu diragukan kompetensinya. “Jaksa yang dipilih itu jaksa yang pernah menangani soal UU Perbankan,” ujarnya optimistis.

Hesham Al Warraq adalah mantan Komisaris Utama yang juga menjadi pemilik Century. Pria kelahiran Mesir, 12 April 1958 itu kini berstatus sebagai warga negara Arab Saudi.

Sedangkan, Rafat Ali, merupakan warga negara Inggris kelahiran Pakistan, 22 Oktober 1960 yang juga pemilik Century. Dua nama terakhir ini bertanggung jawab atas penyimpanan aset-aset jaminan surat berharga Century di luar negeri. Saat ini keduanya menjadi buronan Interpol, dan diduga tengah berada di London, Inggris. (ton)