Kejagung Klaim Sudah Maksimal

JAKARTA – Kejaksaan Agung RI mengklaim hampir maksimal menunaikan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II dalam pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) di Indonesia.

Parameter positif yang dijadikan landasan klaim tersebut yakni dari jumlah kasus yang ditangani mulai dari tingkat penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga nominal uang negara yang berhasil diselamatkan Kejagung.

“Program 100 hari ini di seluruh Indonesia kita menangani 430 perkara, dan 428 sudah ke penuntutan. Tidak sampai di situ, kami akan terus tingkatkan (kinerja),” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy kepada wartawan, Jumat (29/1/2010).Marwan optimistis, kinerja Kejagung dalam menangani perkara khususnya tipikor ke depannya akan semakin baik. “Rp58 miliar lebih uang negara yang berhasil diselamatkan dalam 100 hari ini,” katanya bangga.Ketika ditanya wartawan apa selanjutnya yang akan dilakukan Pidsus ke depan, terutama dalam penanganan kasus korupsi seperti skandal Bank Century, Marwan menjelaskan dirinya tidak serta merta merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. Kendati demikian, dia tetap akan menjunjung tinggi UU dan peraturan yang berlaku di Indonesia sebagai acuan penanganan kasus-kasus tersebut. “Jadi, setelah ini (100 hari) kita akan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Ini kan semacam landasan pijak saja, bahwa nanti ke depan akan semakin ditingkatkan,” tandasnya.Seperti diketahui, dalam pelaksanaan program 100 hari KIB II periode 21 Oktober 2009 sampai 26 Januari 2010 Kejagung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) di seluruh Indonesia telah melakukan penyidikan sebanyak 430 perkara tipikor, penuntutan sebanyak 428 dan total aset negara atau uang yang berhasil diselamatkan sejumlah Rp 58.207.270.964,40. (hri)