Kejagung Cari Keadilan Bukan Balas Dendam

JAKARTA – Kejagung menilai penetapan tersangka terhadap Antasari 1 Mei 2009 yang mendahului Mabes Porli sudah tepat berdasarkan temuan alat bukti. 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Didik Darmanto mengatakan, penetepan tesangka berdasarkan alat bukti. “Yang penting dalam persidangan adalah pembuktian dakwaan,” ujarnya di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

“Siapa yang mengatakan lemah? Itu persepsi masing-masing, makanya muaranya nanti pada putusan hakim. Jaksa yakin terbukti,” jawab Didik saat ditanya soal lemahnya alat bukti untuk menjerat Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.Menurut dia, perbedaan pendapat di antara jaksa dan penasehat hukum adalah wajar, namun semuanya akan terpulang pada keputusan majelis hakim. “Kalau penasehat hukum dan terdakwa beda pendapat, boleh boleh saja, nanti putusanya kita tunggu,” tandas dia.Adakah unsur balas dendam tehadap Antasari? “Sipa yang balas dendam? Engak ada itu. Kejaksaan mencari keadilan bukan balas-dendam,” ujar Didik.Dia juga menyangah isi pledoi yang menuding Kejaksaan Agung mengkhianati Antasari? “Oh tidak ada itu, itu persepsi yang bersangkutan,” terang dia. (ram)