Kawanan Penjahat Rental PS di Bali Dibekuk

DENPASAR – Empat kawanan pencuri yang beraksi sedikitnya di 14 tempat di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, dibekuk polisi saat salah seorang dari mereka hendak menjual hasil kejahatannya.
 

Keempat pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Agus (20) warga di seputaran Jalan Raya Dalung, Kabupaten Badung, serta Febry (20), Abul Hapid (21) dan Fadila Hapis (21), ketiganya tinggal bersama di seputaran Jalan Cokroaminoto Denpasar.

 
“Kawanan ini sudah beraksi di 14 TKP, dengan modus membobol bagian atap rumah penduduk,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan AKP Gede Ganefo di Denpasar (18/02/2010).
 
Dikatakan Kapolsek, berdasar pengakuan para tersangka, mereka beraksi di rumah tinggal di wilayah kota Denpasar dan kabupaten Badung. “Kami berhasil menangkap seorang tersangka saat akan menjual hasil curiannya kepada seseorang di Denpasar,” ungkap Ganefo.
 
Ganefo menjelaskan, modus aksi kejahatan kawanan ini, setelah meyakinkan situasi aman mereka membagi peran. “Agus sebagai eksekutor, dia yang masuk ke dalam lokasi dengan cara memanjat atap dan menjebol plafon kemudian mengambil barangnya, yang lain bertugas mengawasi lokasi,” jelas mantan Kasat Intelkam Polres Gianyar ini.
 
Untuk waktu beraksi, para pelaku memilih beraksi dimalam hari. Mereka langsung membongkar bagian atap rumah milik para korbannya. Barang atau beberapa jenis perabotan berharga yang ditemukan.
 
Tertangkapnya kawanan pencuri spesialis pembobol atap ini berawal dari keterangan tersangka Agus Sugiarta (24) beralamat di Padangsambian Kelod, Denpasar yang terlebih berhasil dibekuk petugas. “Kami tangkap dia saat di rumah pacarnya di Padangsambian, Denpasar, 12 Februari lalu,” katanya.
 
Agus ditangkap setelah polisi mendapat pengaduan I Made Sudarta Kusuma (24), warga Jalan Pendidikan, Denpasar, yang mengaku kehilangan lima buah PS dari toko penyewaan yang dia kelola.
 
Sudarta mengaku rental PS miliknya dibobol maling. Akibatnya, 5 unit mesin PS 2 dan 3 raib sehingga harus menanggung kerugian belasan juta rupiah. Dari hasil pengembangan penyelidikan berikutnya para pelaku lainnya ditangkap satu persatu.
 
Polisi menangkap Febry di seputaran Jalan Bungtomo Denpasar pada 15 Februari lalu. Sedangkan dua tersangka lainnya Hapis dan Fadila dibekuk tempat tinggalnya di kawasan Jalan Cokroaminoto Denpasar, pada Selasa 16 februari lalu.
 
Usai kawanan ini dibekuk, polisi mendapat pengaduan dari sejumlah warga seperti dari Navila (19), warga Jalan Watu Renggong Denpasar yang mengaku telah kehilangan jam tangan serta uang tunai senilai Rp10 juta.
 
Ganefo menyebutkan, dari penyelidikan dilakukan, kawanan pencuri sebenarnya sudah beraksi sejak tiga bulan lalu itu. Adapun lokasi -lokasi tersebut berada di wilayah Denpasar Selatan 6 lokasi di Denpasar Barat 6 dan wilayah Badung 2 lokasi.
 
“Kebanyakan yang dibobol adalah rental PS dan rumah kosong yang ditinggal penghuninya,” jelasnya. Selain itu kata dia dalam aksinya sering menggunaka sepeda motor “bodong” Sepeda motor tanpa surat-surat.
 
Motor-motor itu dibeli dari hasil kejahatan mereka dan dirakit sendiri. Uniknya, mereka mendatangkan mesin-mesin motor dari daerah Jawa, kemudian onderdil lainnya dibeli di Denpasar, lalu dirakit sendiri. Kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki apakah mereka juga terlibat tindak curanmor selama ini,” ujarnya.
 
Kini, para tersangka sudah mendeka di sel Mapolsek Denpasar Selatan guna proses penyidikan lebih lanjut beserta beberapa barang bukti hasil kejahatan lainnya seperti empat PS 2 dan satu PS 3. (fit)