‘Katulampa Jebol, Jakarta Tak Tenggelam’

JAKARTA – Selama ini masyarakat di Jakarta dan Tangerang khawatir jika pintu air Katulampa, Bogor jebol maka kedua wilayah itu akan terendam. Pendapat ini salah.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Pitoyo Subandrio hal tersebut salah kaprah. Katulampa, katanya, bukan sebuah waduk . namun hanya “bendung”. Jika bendung tersebut dijebol, tidak ada pengaruhnya. Sistem tetap ada di Ciliwung, bukan di Katulampa.

“Katulampa jebol tidak berpengaruh, apa perlu kita jebol sekarang?” ungkap Pitoyo dalam jumpa pers informasi publik tentang banjir di Gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka barat, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2010). Menurut Pitoyo, berita yang menyebutkan bahwa Katulampa retak, dan akan mengakibatkan banjir adalah berita yang dibesar-besarkan.“Sebenarnya yang terjadi adalah pelat pintu yang berukuran setengah meter, itu lepas. Dan itu mudah saja untuk dipasang kembali karena itu hanya sambungan. Kita angkat lalu kita pasang lagi, itu bisa. Masyarakat tak perlu khawatir, tenang saja,” ujar Pitoyo.Ditambahkan Pitoyo, sampah dan rumah-rumah pinggir kali bukanlah penyebab banjir. Tapi keduanya menyebabkan masalah banjir.“Perlu dibedakan antara banjir dan masalah banjir,” tandas Pitoyo.Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada jika curah hujan sudah mulai reda pada akhir Februari. Untuk wilayah Jakarta, saat ini sejumlah wilayah sudah tak lagi ada genangan karena Banjir Kanal Timur (BKT) mulai berfungsi.“Genangan-genangan seperti Rawamangun mungkin sudah tidak ada. Kalaupun ada, itu karena hujan lokal,” jelas dia.Sampai saat ini, lanjutnya, proyek BKT sudah tembus ke laut dan melewati lima kali, yaitu Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Keramat, dan Cakung. Sedangkan untuk Banjir Kanal Barat masih dilakukan revitalisasi. (ton)(ahm)