Kasus TAA, KPK Kembali Periksa Hilman Indra Cs

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus dugaan penerimaan suap dalam proyek alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatera Selatan.
 

 

Ketiga tersangka yakni Azwar Chesputra, Fachri Andi Leluasa, dan Hilman Indra diperiksa guna proses pengembangan penyidikan.
 
“Kita mendalami proses penyidikan,” kata juru bicara KPK Johan Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
 
Kasus suap ini bermula ketika Direktur Badan Pengelola dan Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sofyan Rebuin meminta bantuan kepada legislator Komisi IV guna membantu pelepasan hutan lindung itu. Sofyan lantas berjanji memberikan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih apabila proyek ini mendapat persetujuan dari dewan.
 
Kemudian, rekanan proyek TAA, Direktur Utama PT Chandratex Indo Artha, Chandra Antonio Tan menyediakan uang sebesar Rp5 miliar pada Oktober 2006 dan Juni 2007. Uang itu kemudian dibagi-bagi ke sejumlah anggota dewan di Komisi IV.
 
Dalam sidang di pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, Azwar mengaku menerima uang Rp120 juta dalam dua tahap. Tahap pertama melalui sekretaris pribadinya senilai Rp100 juta dalam bentuk cek perjalanan, dan kedua saat kunjungan anggota Komisi IV DPR RI saat kunjungan ke Sumsel.
 
Sementara Fahri menerima dana sebesar Rp335 juta. Dia juga menerima dalam dua tahap yaitu uang sebesar Rp175 juta, dan pada tahap kedua sebesar Rp160 juta. Sedangkan Hilman mengaku menerima uang sebesar Rp250 juta dan Rp125 juta yang dia terima langsung dari Yusuf Erwin Faisal (Ketua Komisi IV DPR kala itu).
 
Dalam kasus ini, majelis hakim Pengadilan Tipikor telah memvonis Yusuf Erwin dengan hukuman 4,5 tahun penjara. Sementara Syahrial Oesman (mantan Gubernur Sumsel) dihukum pidana penjara selama satu tahun. (lsi)