Kasus Mei, Sjafrie Tak Layak Jadi Wamenhan

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak peka terhadap kasus hukum yang menyeret nama Sjafrie.

Peneliti Imparsial Junaidi Simon memaparkan, hingga saat ini Sjafrie belum diputuskan tidak bersalah dalam kasus kejahatan serius terhadap Hak Azasi Manusia (HAM) di Indonesia.

“Dalam kasus Mei, dia sebagai Pangdam Jaya melakukan pelanggaran HAM berat,” katanya kepada wartawan di Kantor Imparsial, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2010).Selain itu, menurut Junaidi, kasus tersebut juga diduga menjadi dasar pemerintah Amerika Serikat melarang Sjafrie untuk masuk ke wilayah negeri Paman Sam itu. “Visanya kan ditolak,” ujarnya.Presiden seharusnya bisa memilih menteri dan wakil menteri secara tepat dengan melakukan public security yang melibatkan Komnas HAM.”Imparsial mempertanyakan, apa sesungguhnya alasan dan dasar pertimbangan presiden untuk mengangkat Sjafrie?” keluhnya.Sebenarnya masih banyak purnawirawan TNI dan warga sipil yang bersih dan layak diangkat menjadi wakil menhan. Pengangkatan Sjafrie, lanjut dia, justru menimbulkan masalah baru dan menyisakan kerumitan tersendiri bagi presiden untuk menjelaskan hal itu di tingkat internasional. (lam)