Kasus Flu Burung Dinyatakan Bersih

JAKARTA – Kasus flu burung (H5N1) yang sempat menjadi momok menakutkan di Tanah Air, kini telah teratasi. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya angka kematian akibat virus tersebut, sejak tahun 2009 hingga memasuki 2010.
 
 

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Indonesia menduduki posisi paling tinggi dalam hal pengidap virus H5N1. Tercatat sejak 2009, total yang meninggal akibat virus ini mencapai 134 orang dari total yang terkena kasus ini sebanyak 161 orang.

 
Sedangkan untuk H1N1 (flu babi), pada 2009 yang mengidap sebanyak 1.097 orang dan meninggal 10 orang.
 
Menurut dr Iwan M Muljono, dari Kementrian Kesehatan, untuk kasus flu burung relatif stabil bahkan mencapai normal.
 
“Jadi kasus flu burung sudah clear tapi Kemenkes tetap melakukan sosialisasi agar tidak ada yang terjangkit penyakit ini lagi,” ujarnya di sela-sela seminar bertajuk Preparing Indonesia for Influenza Pandemic yang digelar di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2010).
 
Sedangkan menurut Direktur of Basic Medical Care Ministry of Health Marwan Nuftri, jumlah kematian korban virus H5N1 hingga tahun 2010 mencapai 80 persen.
 
“Yang meninggal 100 orang lebih dan kasusnya 150 lebih. Tingkat kematian menurun karena kita telah menangani kasus ini, dengan adanya sosialisasi dan penguatan di dokter umum dan Puskemas,” katanya.
 
Marwan menambahkan, masalah ini adalah situasi yang sangat ketat hubungannya dengan setiap negara. Mulai dari komunikasi dan transportasi yang memiliki sumber infeksi yang diharapkan tidak terkena di negara lain.
 
“Artinya di mana sumber infeksi harus benar-benar dijaga karena di Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak dan angka kematian yang cukup tinggi, terutama di Jabar dan Sumut,” pungkasnya.(lsi)