Kasus Data Bendera, Polda Dalami Alat Bukti

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Bendera terhadap nama-nama yang disebutnya menerima aliran dana Bank Century.

Sejauh ini, Polda masih melakukan pemeriksaan terhadap 40 orang saksi, dan mendalami alat bukti. Banyaknya saksi ini, terkait dengan 8 orang yang melaporkan Bendera atas data yang telah disebar tersebut.

Pemeriksaan ini, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, belum menyentuh Bendera. Dalam hal ini, terlapor aktivis Bendera Mustar Bonaventura dan Ferdi Semaun.”Dari terlapor belum ada rencana unutk dipanggil, dan saksi-saksi dari Bendera masih bisa ditambah,” kata Boy di ruang kerjanya, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/1/2010).Beberapa saksi yang telah dipanggil oleh Polda, yakni dari Badan Pembangunan Hukum Nasional, Bank Century, PPATK. Kemudian saksi ahli bahasa, dan saksi ahli pidana.Seperti diberitakan, pada awal bulan lalu, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edi Baskoro, kemudian Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menpora Andi Mallarangeng, Zul dan Rizal Malaranggeng, serta Hartati Murdaya, melaporkan Mustar dan Ferdi, setelah Bendera mengeluarkan rilis mengenai aliran dana Bank Century.Dalam rilis yang disebar oleh Bendera, beberapa pihak yang menerima aliran dana Bank Century, yakni KPU menerima Rp200 miliar, LSI menerima Rp50 miliar, FOX menerima Rp200 miliar, Partai Demokrat sebanyak Rp700 miliar, Edi Baskoro Rp500 miliar, Hatta Rajasa Rp10 miliar, Djoko Suyanto Rp10 miliar, Andi Mallarangeng Rp10 miliar, Choel Mallarangeng Rp10 miliar, Rizal Mallarangeng Rp100 miliar, Hartati Murdaya Rp100 miliar. (hri)