Kasus Bank Century Buntut Politik Transaksional

JAKARTA – Pakar Ilmu Komunikasi Gun Gun Heryanto mengungkapkan, koalisi tambun yang digalang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang mengakibatkan terjadinya politik transaksional yang memuat banyak kepentingan.
 

Pasalnya, beberapa partai anggota koalisi memiliki kesempatan luas untuk memijakkan kaki di dua tempat berbeda.

 
“Di satu sisi anggota koalisi ikut mendapat keuntungan dalam pemerintahan.
Lalu di sisi lain mereka memiliki keleluasaan berpendapat dan bersikap sebagaimana partai oposisi. Ini situasi paradoksal dari koalisi tambun,” tandas Gun Gun, Jumat (15/1/2010).
 
Ditambahkan Gun Gun, sikap partai koalisi yang mendua semakin cepat terjadi karena SBY dan Partai Demokrat membiarkan mitra koalisinya bermain dan melakukan komunikasi politik sendiri-sendiri.
 
Kondisi tersebut, lanjut dia, langsung dilihat sebagai kesempatan mengambil keuntngan oleh para mitra koalisi. Termasuk meningkatkan posisi tawar dalam pemerintah.
 
Menurut Gun Gun, kasus Bank Century menjadi salah satu peletup bagi para mitra koalisi untuk mempertegas bahwa koalisi tidak selalu terikat dalam kebijakan partai di parlemen.
 
“Presiden SBY masih memiliki kesempatan mempertegas sikap politik para partai koalisi. Namun perubahan drastis dalam koalisi memiliki risiko lain, salah satunya adalah mengganggu kinerja pemerintahan yang sudah berjalan,” pungkas Gun Gun.
  (lam)