Kapuspen TNI AD Tak Ada Tembak-Tembakan

JAKARTA – Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah telah terjadi tembak-menembak antara aparat dengan Brigjen Purn Herman Sarens Sudiro saat pengepungan rumah dinasnya di Cluster Vermont Parklane G.5/17, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan.   

“Tidak benar. Tadi saya dengar itu Metro TV, jangan-jangan mercon, katanya tembak-tembakan. Tidak benar itu,” terang Kapuspen TNI AD Cristian Zebua, saat dihubungi wartawan, di Jakarta Senin (18/1/2010).

Mengenai perlengkapan senjata yang melekat pada Polisi Militer Pomdam Jaya yang mengepung kediaman Herman, lanjut dia, merupakan perlengkapan yang melekat pada setia prajurit saat dinas.”Tidak ada itu. Kalau senjata itu perlengkapan tentara,” tambahnya.Cristian yakin, Herman bisa kooperatif dengan aparat dan segera menyelesaikan kasus ini dengan cara baik-baik. “Beliau bukan teroris. Kita harapkan Pak Herman Sudiro itu tunduk kepada hukum,” tandasnya.Herman akan dijemput paksa karena diduga melakukan penggelapan dana sejumlah Rp600 miliar, saat dirinya menjabat Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan), yang membawahi Surabaya dan Madura, pada 1984.(bul)(mbs)