Kapolri Janji Selidiki Kasus ‘Polisi Peras Pemulung’

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mengecek kabar adanya pemulung yang dipaksa mengaku menyimpan ganja oleh polisi Polsek Metro Kemayoran.

“Nanti saya cek dulu, saya belum cek sejauh mana kasusnya,” ujar Kapolri saat ditemui wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Diberitakan, seorang pemulung bernama Saleh dipaksa mengakui menyimpan ganja 1,68 Gram oleh seorang yang diduga polisi. Peristiwa itu berawal ketika Saleh yang tengah duduk di tepi rel di sekitar Stasiun Kemayoran 2 September 2009 dihampiri seorang pria yang kemudian menudingnya menyimpan ganja.Pria itu kemudian membawa Saleh ke Polsek Metro Kemayoran setelah sempat membawa Saleh berkeliling dengan taksi. Kabarnya Saleh bahkan sempat dimintai uang Rp5 juta jika ingin dibebaskan. Sejak 21 Oktober 2009 Saleh disebut mendekam di penjara Rutan Salemba.Diberita itu disebut, di Persidangan Pengadilan Jakata Pusat, Saleh membantah isi BAP saat dirinya diperiksa di Polsek Kemayoran. Saleh membantah memiliki ganja itu dan mengaku tidak pernah diperbolehkan membaca BAP itu oleh penyidik.Mengenai dugaan Saleh menjadi korban pemerasan polisi, Kapolri menyatakan ketidakpercayaannya. Meski demikian dia kembali berjanji untuk memeriksa kebenarannya.“Tapi tidak mungkin ada pemaksaan dalam menyidik suatu kasus. Tapi kita lihat nanti apakah memang ada penyimpangan yang dilakukan oleh penyidik pasti akan tindakan ke dalam. Tapi kemungkinan kecil sekali dipaksa orang mengaku apalagi ini seorang pemulung,” kata Kapolri.Dalam kesempatan ini Kapolri juga mengatakan akan memanggil Kapolda Metro Jaya untuk dimintai penjelasan tentang kasus ini.“Jadi kita lihat nanti. Nanti saya akan dipangil kapolda nya dalam arti dimintai penjelasan sampai sejauh mana,” jelas dia.(fit)(fit)