Kapal Pengangkut Sawit Terdampar di Pondok Bali

SUBANG – Kapal tongkang yang mengangkut minyak sawit seberat 2.000 ton terdampar di pantai Kampung Nelayan, Pondok Bali, Legonkulon, Subang, Jawa Barat sekira pukul 04.00 WIB tadi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal dinyatakan dalam keadaan selamat.

Hingga sore ini, kapal Tongkang yang bergerak dari Palembang tujuan Jakarta itu, masih berada di sekitar 400 meter dari pantai. Pihak petugas belum melakukan evakuasi karena kondisi ombak laut masih tinggi. Meski demikian, kapal tersebut masih dalam pengawasan petugas Pos Kesyahbandaran Mayangan, Subang.

Kapal tongkang bergerak dari Kalimantan menuju Jakarta dengan ditarik oleh dua kapal Tuk Boat bermesin kapasitas sekira 25 GT. Pantauan di lapangan Kapal tongkang terlihat terdampar. Dek belakang kapal tersebut nyaris terhempas hingga ke dasar laut. Sedangkan dua kapal Tuk Boat yang menarik kapal Tongkang terombang-ambing gelombang.Tingginya gelombang laut, informasi yang diterima sekira pukul 16.30 WIB, Jumat (15/1/2010), menyebabkan kapal tongkang itu mulai begeser sekira 200 meter dari posisi semula mendekati bibir pantai. Kapal tongkang itu biasanya diawaki sekira 4-5 orang dengan ukuran panjang sekira 50 meter, lebar 12 meter dengan ketinggian sekira 3 meter.┬áPos Kesyahbandaran Mayangan pada Kanpel Pamanukan Kudrat Suhud menyatakan kapal tersebut berangkat dari Kalimantan menuju Jakarta dengan ditarik oleh dua kapal bermesin. Pada saat pemberangkatan, belum ada larangan dari pihak Syahbandar setempat karena kondisi ombak relatif tenang. Namun saat memasuki perairan Subang, Kapal Tongkang mengalami masalah akibat diterjang gelombang ombak besar. Belum ada upaya evakuasi kapal karena kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Hingga sore ini pihak petugas masih melakukan pengawasan ketat di lokasi tersebut. “Bukan karam atau tenggelam, hanya kandas saja karena terbawa arus ombak. Kita masih melakukan pengawasan, kita tunggu kondisinya sudah tenang untuk dilakukan evakuasi. Tapi alhamdulillah tidak ada korban,” ujar Kudrat.Sementara itu salah satu petugas dari pihak pemilik barang yang mengawasi keberadaan barang, Dayung menyatakan, Kapal tersebut berangkat dari Kailmantan antara Jumat 8 Januari dan Sabtu 9 Januari pekan kemarin. Seharusnya pada Rabu 13 Januari kemarin kapal sudah sampai di Jakarta. “Seharusnya Rabu kemarin itu sudah sampai, kita lakukan komunikasi dengan awak kapal dan ternyata ada masalah di perjalanan. Kami langsung datang ke sini setelah mengetahui informasi tersebut,” ujar Dayung. Dayung enggan menjelaskan soal jumlah awak yang berada di kapal Tongkang dan dua kapal Tuk Boat tersebut. Dayung mengaku dirinya hanya bertugas mengawasi keberadaan barang yang dipesannya dari Kailmantan tersebut. (mbs)