Kantor PTUN Dibobol Maling, Polisi Periksa 5 Saksi

BANDUNG – Polisi memeriksa lima saksi terkait kasus bobolnya Kantor Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung, Jalan Diponegoro, dini hari tadi.
 
Kelima saksi tersebut di antaranya penjaga kantor yang biasa tidur di kantor PTUN Bandung.

 

“Sejauh ini kita periksa lima saksi. Mereka ada yang tidur di Kantor PTUN Bandung,” kata Kasatreskrim Polresta Bandung Tengah AKP Zulkarnain, kepada wartawan di sela olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (22/1/2010).
 
Menurut Zulkarnain, selain menggondol satu laptop dan HP, maling tersebut juga mengambil uang Rp2 juta dari laci salah seorang hakim di PTUN Bandung.
 
Sampai saat ini, kata Zulkarnain, pihaknya masih menyelidiki kemungkinan adanya barang-barang lain yang hilang, termasuk berkas pengadilan.
 
“Saksi-saksi kita periksa juga terkait kemungkinan barang-barang lain yang hilang. Sementara ini memang belum ada laporan mengenai hilangnya berkas-berkas pengadilan,” ucap Zulkarnain.
 
Sementara itu, aktivitas di PTUN Bandung berjalan normal meski kantor tersebut dibobol maling. Kebetulan, pada hari ini tidak ada jadwal sidang. Hal tersebut terlihat dari kosongnya jadwal sidang yang terpampang di papan pengumuman yang terletak di ruang depan PTUN.
 
Sebelumnya diberitakan, Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung Jalan Diponegoro dibobol maling dini hari tadi. Diduga, maling yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang tersebut masuk melalui plafon atap lantai dua. (lsi)