Kali Sapit Meluap, Ratusan Hektar Sawah Terendam

/* Style Definitions */

table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} –>BREBES – Ratusan hektar tanaman padi di tiga desa di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, terendam banjir. Banjir terjadi setelah Kali Sapit yang membelah tiga desa, yakni Desa Kalipucang, Kalimati, dan Lembarawa Kecamatan Jatibarang meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama lebih dari lima jam sejak Jumat kemarin. Akibatnya, para petani diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal tanam. Pasalnya, banjir membuat tanaman padi milik petani yang rata-rata baru berumur antara 15-30 hari itu mudah busuk. Selain tanaman padi, ratusan hektar tanaman tebu dan kangkung juga tak luput dari genangan air. Aktivitas warga juga terganggu karena banjir menggenangi jalan desa.Hingga Sabtu sore (6/2/2010), banjir yang menggenangi ratusan hektar tanaman padi dan jalan desa belum juga surut. Kondisi itu membuat ratusan hektar sawah seperti lautan karena dipenuhi air.Salah seorang petani asal Desa Kalipucang, Supardi (55), mengatakan air kali ini meluap karena tidak mampu menampung air hujan yang turun sejak tadi malam. Menurut dia, banjir tersebut membuat tanaman padi miliknya seluas sekitar 7000 meter persegi terendam, padahal tanaman padi itu baru berumur satu bulan.“Selain padi, tanaman kangkung dan tebu milik saya juga terendam. Kalau dirupiahkan, mungkin saya rugi Rp2 juta lebih. Itu belum termasuk ongkos tanam dan beli obat,” ujarnya.Petani lain, Wasro (59) mengatakan, akibat banjir petani dipastikan mengalami gagal tanam karena tanaman padi yang terendam akan membuat akar tanaman busuk. “Kalau sampai tiga hari air tidak juga surut, tanaman padi jelas akan busuk dan mati. Satu-satunya cara, petani harus tanam ulang,” tandasnya.(bul)  (hri)