Jual Senpi, Bakul Nasi di Bandung Dibekuk

BANDUNG – Seorang penjual nasi di kawasan Jatinangor, Yayan Yanuar (40), terpaksa berurusan dengan aparat. Dia ditangkap jajaran Polsekta Gedebage karena kepergok hendak menjual dua senjata api (senpi) ilegal berjenis FN kepada pemesannya.

Selain menangkap Yayan, polisi juga menyita dua buah senpi jenis FN kaliber 9 milimeter dan Sofne kaliber 22, beserta satu butir peluru.

Kapolreta Bandung Timur AKBP Victor Manoppo mengatakan, tersangka tertangkap tangan saat akan menjual satu pucuk senpi semi otomatis berjenis FN kaliber 9 dan FN kaliber 22 itu.”Kami memperoleh informasi tentang seseorang yang akan menjual senpi rakitan di Jalan Cipacing. Sekira pukul 13.00 WIB, kami mulai melakukan pengintaian terhadap target operasi (TO). Baru kira-kira pukul 18.00 WIB, petugas berhasil menangkapnya berikut barang bukti,” kata Victor kepada wartawan, Minggu (7/2/2010).Victor menambahkan, tersangka mengaku akan menjual senjata tersebut kepada seseorang berinisial DR di daerah Jatinagor. “Namun petugas keburu membekuknya. Dia tak bisa menunjukkan bukti kepemilikan senjata,” tambahnya.Sementara itu, kepada wartawan Yayan mengaku mendapatkan senpi tersebut dari temannya berinisial To. “Saya hanya disuruh menyimpannya dulu. Saya mengenal To saat berjualan nasi di dekat rumah saya,” ujar Yayan.Victor mengatakan, kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pemasok senpi bernisial To, sampai saat ini belum berhasil tertangkap. “Kita masih mengembangkan kasus ini. Tersangka To, masuk dalam DPO kita,” jelas Victor.Tersangka Yayan sendiri dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1953 tentang Senpi. “Dia terbukti membawa senjata api ilegal. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Victor. (ded)