JPU Banding Bila Antasari Tak Divonis Mati

SEMARANG – Vonis mati bagi terdakwa pembunuh Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar, sudah menjadi harga mati bagi jaksa penuntut umum.

Bila majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan besok ternyata tidak mengabulkan tuntutan ini, maka JPU akan mengajukan banding.

“Jika pada akhirnya Antasari divonis bebas, maka kami akan mengajukan banding. Kita akan lihat dulu kapan akan diajukan,” ujar Ketua Tim JPU Cyrus Sinaga disela-sela acara Pelatihan Anti Korupsi di Hotel Novotel Semarang, Rabu (10/2/2010).Sikap serupa juga akan diambil JPU apabila vonis Antasari bukan hukuman mati. “Tuntutan kami terhadap Antasari yaitu hukuman mati sudah tepat. Dia bersama tiga terdakwa lainnya telah menganjurkan tindak pidana pembunuhan terhadap Nasrudin,” tandasnya.Cyrus menjelaskan, aturan kasasi adalah diajukan 15 hari setelah vonis dijatuhkan. “Tim jaksa akan memanfaatkan waktu deadline,” katanya.Selain Antasari, majelis hakim juga akan membacakan vonis terhadap tiga terdakwa lain yakni, Wiliardi Wizar, Jerry Hermawan Lo, dan Sigid Haryo Wibisono. JPU mendakwa Antasari sebagai pelaku utama perencana pembunuhan.Menurut jaksa, Antasari bersama Sigid merencanakan pembunuhan Nasrudin. Sigid dalam konteks ini berperan sebagai pencari eksekutor yang dicarikan oleh Jerry Hermawan Lo. Karena itu, JPU lantas menuntut Antasari dan Sigid dengan hukuman mati. Sementara Jerry hanya dituntut 15 tahun penjara. (ful)