JKJelas-Jelas Merampok Kok Disebut Sistemik

JAKARTA – Mantan Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan data talangan terjadap Bank Century senilai Rp6,7 triliun jelas-jelas perampokan terhadap uang negera, bukan penyelamatan yang diakibatkan krisis.

“Kalau kita lihat dari undang-undang ini perampokan. Semua tahu Bank Century gagal bukan karena krisis tapi karena dirampok. Siapa yang membantu perampok, dia perampok, mudah-mudahan tidak,” tandas JK di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (8/1/2009).

Kendati demikian, JK tidak merasa dibohongi meski kejadian ini muncul semasa pemerintahannya bersama Presiden SBY. “Saya tidak (merasa) dikibulin karena saya sudah suruh tangkap. Jelas-jelas merampok kok disebut sistemik,” katanya.

Dalam pandangan mantan ketua umum Partai Golkar itu, skandal Bank Centuri merupkan kasus besar dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sebab, melibatkan orang penting di pemerintahan dan penanganannya pun melibatkan tiga lembaga tinggi negara, yakni Pansus DPR, BPK, dan KPK.

“Ini kasus yang tinggi, juga jumlahnya yang terbesar di repulik ini selain BLBI. Kita tunggu saja lembaga tinggi ini bekerja. Kalau yang salah dikenai sanksi,” tandas JK.

Seperti diketahui, hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan, kucuran penyertaan modal sementara dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke PT Bank Century semestinya bukan sebanyak Rp6,76 triliun, melainkan hanya Rp5,72 triliun. (ram)