Jero Wacik Demo SBY Hanya Mengganggu Pikiran

BANDUNG – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan, aksi memperingati 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kemarin sama sekali tidak mengganggu pekerjaannya, hanya saja mengganggu pikirannya.
 
 

“Tidak ada pengaruh. Saya tetap fokus bekerja. Ya, pikiran mungkin terganggu sedikit, tapi tidak mengganggu pekerjaan,” kata Jero Wacik kepada wartawan usai menyaksikan pelantikan Rektor ITB yang baru, Prof Dr Akhmaloka di Aula Timur ITB, Bandung, Jumat (29/1/2010).

 
Jero Wacik mengatakan, unjuk rasa kemarin sebenarnya bisa menjadi sebuah pelajaran berharga mengenai demokrasi di Indonesia. Meski aksi berlangsung ramai, massa tetap bersikap damai dan tertib.
 
“Ini bisa jadi pelajaran berharga buat kita semua. Bagaimana aksi demonstrasi di Indonesia berlangsung ramai, damai, dan tertib. Di Bandung juga banyak, tapi tetap berjalan tertib,” kata alumni ITB itu.
 
Sementara itu, kedatangan Jero Wacik di ITB dikarenakan dirinya sebagai alumni. Menurut Jero Wacik, alumni ITB tidak boleh melupakan almamaternya. Termasuk juga alumni-alumni perguruan tinggi yang lain.
 
“Jadi orang itu tidak boleh lupa kulitnya. Semua alumni perguruan tinggi juga, tidak hanya di ITB. Dulu waktu mahasiswa, kita yang kerap meminta sumbangan. Saat ini, mungkin kita yang dimintai sumbangan oleh para mahasiswa. Ya, kita mungkin sudah pantas memberi sumbangan buat almamater kita,” pungkas Jero Wacik. (lsi)