Jelang UN, Sekolah di Depok Tambah Jam Belajar

DEPOK – Menjelang Ujian Nasional (UN), Dinas Pendidikan Kota Depok mewajibkan seluruh SMP dan SMA sederajat untuk menambah jam belajar. Hal itu sebagai langkah pemerintah kota Depok untuk mempersiapkan ribuan siswa secara akademis agar siap mengikuti UN.

Tambahan jam belajar dilakukan secara bervariasi antara satu hingga dua jam setelah pulang sekolah. Tambahan jam belajar bisa berupa pendalaman materi ataupun pembahasan soal-soal ujian yang dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Khairiyah mengatakan, selain tambahan jam belajar, para siswa juga terus dibekali dengan persiapan mental agar dapat mencapai standar kompetensi kelulusan. Salah satu faktor ketidaklulusan, kata Siti, adalah karena siswa tidak siap dan tegang menghadapi UN.

“Salah satu faktor ketidaklulusan adalah masalah mental siswa, contoh tahun lalu, di SMA favorit SMA 1, ada dua siswa tidak lulus. Saat diuji bagus secara akademis, namun stres saat menghadapi soal,” katanya kepada wartawan, Minggu (07/02/10).

Siti menjamin tidak akan ada kebocoran soal ujian tahun ini, lantaran dijaga ketat oleh tim independen dan polisi. “Kita jamin, ditingkat panitia di Depok tidak akan ada kebocoran.” Tegasnya.

Dinas Pendidikan Kota Depok mencatat, tingkat kelulusan siswa SMA tahun lalu adalah sebesar 99 persen dari 5 ribu peserta. Tahun ini, UN akan diikuti 4.700 siswa SMA yang tersebar di 50 SMA di Depok.(ram)