Jelang Imlek, Omzet Penjualan Kue Keranjang Menurun

KEBUMEN – Omzet penjualan Kue Keranjang menjelang Hari Raya Imlek di Kebumen, Jawa Tengah, merosot. Hal itu disebabkan harga kue keranjang naik dari Rp16.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Kenaikan harga jual kue keranjang itu disesuaikan dengan kenaikan harga beras ketan dan gula pasir yang juga naik.

Pengrajin kue Keranjang, Ny Hartati menjelaskan, kenaikan harga jual Kue Keranjang ini memicu daya beli warga menurun. Padahal tahun-tahun sebelumnya, jumlah pesanan Kue Keranjang terus mengalir sejak satu bulan menjelang Imlek.Ny Hartati, pengusaha Kue Keranjang asal Jalan Pahlawan 13, Kebumen, ini mengaku baru mengirim kuenya sebanyak satu kuintal ke Purwokerto. Kue Keranjang buatnnya biasanya dipesan warga keturunan Tionghoa dari Kota Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo.”Pembuatan Kue Keranjang hanya dilakukan satu tahun sekali. Kue ini secara turun temurun dibuat sebagai perlengkapan persembahyangan bagi warga keturunan Tionghoa di Hari Raya Imlek. Selain itu , kue ini dibagi-bagikan kepada para tetangga sebagai tanda mata,” kata Ny Hartati, Jumat (5/2/2010).Kue Keranjang dibuar dari bahan baku tepung beras ketan dan gula pasir. Tepung beras dibuat adonan dengan air gula. Adonan dimasukkan ke cetakan. Kue-kue tersebut dikukus selama empat jam. Pengukusan selama 4 jam membuat kue ini tahan sampai empat bulan.Kue-kue yang masih panas ditiriskan hingga dingin baru diberi lebel. Ada dua rasa Kue Keranjang buatan Ny Hartati, yakni vanilla dan cokelat. Minimnya order menjadikan pembuatan Kue Keranjang baru dimulai pada 20 Januari lalu.(lam)  (lsi)